TIMES SINGARAJA, JAKARTA – Indonesia bersama 21 negara Arab-Islam dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras kunjungan pejabat Israel ke wilayah Somaliland, yang baru saja diakui oleh Israel sebagai negara berdaulat. Pernyataan bersama ini dikeluarkan sebagai bentuk penolakan terhadap langkah Israel yang dinilai melanggar kedaulatan Somalia.
"Para menteri luar negeri menyampaikan kecaman keras terhadap kunjungan ilegal pejabat Israel ke wilayah 'Somaliland' di Republik Federal Somalia pada 6 Januari 2026," bunyi pernyataan tersebut, seperti dilansir Saudi Press Agency, Jumat (9/1/2026).
Pernyataan ini merupakan lanjutan dari sikap yang telah disampaikan pada 27 Desember 2025, yang menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland.
Para menteri menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia, serta bertentangan dengan norma internasional dan Piagam PBB. Mereka menyuarakan dukungan penuh terhadap kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Somalia, dan menegaskan bahwa mendorong separatisme hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan.
Indonesia dan mitra juga mendesak Israel untuk menghormati kedaulatan Somalia dan mencabut pengakuan terhadap Somaliland. "Mereka menegaskan komitmen mendukung langkah diplomatik dan hukum yang diambil Somalia untuk melindungi kedaulatan, integritas wilayah, dan stabilitas," jelas pernyataan tersebut.
Sebelumnya, pada 26 Desember 2025, Israel secara mengejutkan menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat. Somaliland telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, namun tidak pernah diakui secara internasional.
Pemerintah Somalia tetap menganggapnya sebagai bagian integral dari wilayahnya dan menolak segala bentuk keterlibatan asing dengan wilayah tersebut.
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Indonesia dan 21 Negara Arab-Islam Kecam Kunjungan Pejabat Israel ke Somaliland
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Faizal R Arief |